Wednesday, 28 November 2012

Cerpen Sedih - Catatan Nima


 CATATAN NIMA
Karya Aini Malindo

SELAMAT MEMBACA!!!
Perhatian!!!!!
Buat yang pengen nangis,, bisa siapkan tisu!hiks!!!!
Buat yang ketawa sepertinya ANDA AKAN MULAI MENANGIS
Buat yang pecicilan pasti bakal diam seribu bahasa............
Dan buat....... eits...........ga jadi,, ujung2nya malah ga bca pula........
Oke HAPPY READING...........

Jumat , 11 maret 2011
“Dear diary..............
Sekarang aku memiliki diary baru,, yang lama telah penuh oleh goresan pena ku yang sama sekali tak ada arti, yang tergores begitu saja tanpa ku tau. diary, Tadi aku bertemu kembali dengan wajah yang ku rindukan, meski hampir tiap hari aku bertemu dengannya. diary, aku sangat senang karena dia tersenyum kepadaku meski sekejap,, aku tak akan melupakan senyum itu..... aku mencintainya,, meski ia tak tau itu......... kau pun tau itu kan diary,, karena kepada mu aku bercerita,, ku mohon diary, jagalah rahasia ini,, kau sahabat terbaikku”

Senin, 14 maret 2011
Diary,, taukah kamu betapa senangnya aku,,, tadi aku terjatuh bahkan aku sekejap kehilangan penglihatan,, hitam dan kelam,, AKU PINGSAN. Dan disaat aku terbangun,, dia orang pertama yang kulihat, dia menolongku,, aku terjatuh pada saat upacara sekolah, seperti kebiasaan yang sudah biasa terjadi padaku........ namun karena kejadian tadi, aku tak apa jika harus pingsan asalkan bisa dekat dengan dirinya....... im happy.........

Saptu, 19 maret 2011
Aku benci cinta, cinta membuatku buta dan terluka,, cinta yang membuatku ku harus bangun pagi dan menanam pohon harapan,, dan karena senja pohon itu layu dengan sendirinya,, namun dengan bodohnya,, aku terus melakukan itu!!!! Aku bodoh!!! Lelaki yang kucintai telah ada yang memiliki, mereka begitu cocok! Tapi mengapa aku menangis, aku harus bahagia melihat orang yang kucintai bahagia,, namun aku tak bisa! Aku sangat tersiksa, rasa cintaku padanya terlalu besar,, meski ia tak sempurna, ia hanya lah manusia biasa, murid biasa dari keluarga sederhana, bahkan ia pun tak tampan, namun kelembutan hatinya membuat aku kian luluh meski aku tak begitu mengenalnya, begitupun dia,,,

Senin, 21 maret 2011
Tadi bunda mengajakku untuk cek up ke dokter, aku bosan dengan jarum suntik yang terus melukai bagian tubuhku, aku juga bosan dengan berbagai obat yang harus ku telan, begitu pahit! Aku juga bosan dengan tetoskop yang menyentuh dadaku, dingin! Sangat dingin!,, namun apa lagi, ini memang harus ku lakukan, karena penyakit jahanam yang menggelayang di tubuhku. Diary, apa karena penyakit ini, aku tak pantas untuk mendapatkan apa yang aku mau, yaitu fradi! Hal yang ku anggap adalah CINTA!

Minggu, 17 april 2011
Maafkan aku diary,, lama sekali aku tak menulis diatas kertasmu yang cantik ini,, kondisiku semakin melemah, aku harus opname di rumah sakit, fradi menjengukku. Dan ternyata gadis yang selama ini kulihat bersamanya,, bukanlah pacarnya, melainkan teman dekat, hampir setiap hari fradi selalu menjengukku, aku sangat senang,, penyakit ini bukan Cuma musibah namun juga anugrah, tapi...........fradi malah justru tau, kalau aku itu sangat lemah, apa mungkin dia kasihan padaku? Apapun itu, aku sekarang sangat dekat dengannya.

Senin, 18 april 2011
Sekarang aku kembali ke rumah sakit, beruntung aku menyuruh bunda untuk mengambilmu, aku sangat ingin dekat denganmu saat ini, diary! Tadi aku kembali pinsan, hidung ku berdarah, tubuhku terasa lemah, dan kurasakan kakiku tak lagi dapat bergerak, namun ku paksakan untuk bercerita dengan dirimu. Mungkin aku telah sampai di waktuku, akhir dari semua penderitaan ku, bukan hanya derita namun juga kebahagiaan, aku telah mengenal jauh tentang lelaki yang ku cintai, ia sangat tulus, hatinya mungkin sebening air. Aku sendirian diary, bunda dan ayah masih menemui dokter dan fradi telah pulang!!! Eh aku salah,, aku masih denganmu....... terimakasih diary.........

Itulah lembaran demi lembaran goresan pena naima larasati atau biasa dipanggil nima,, goresan terakhir pada tanggal 18 april 2011,, yang membawanya pergi untuk selama-lamanya,, tangannya tak lepas dari sebuah kumpulan kertas yang disebut diary dan dianggap sahabat olehnya.......

Beribuan tangis menyambutnya, termasuk tangis fradi, lelaki yang ia cintai...... fradi membaca semua tulisan nima, ia beruntung di cintai oleh gadis yang kuat dan tegar seperti nima, gadis yang selalu menebar senyum dimana pun ia berada,, tampak raut penyesalan di wajah fradi, mengapa bukan sejak lama ia mengenal gadis itu,, mengapa disaat gadis itu terkulai lemas beberapa minggu yang lalu,, ia baru mengenalnya.

Fradi juga membaca diary nima yang lama,, yang isinya semua tentang dirinya,, pertama bertemu dengannya,, fradi pun sadar sejak mengenal nima, ia pun sebenarnya memiliki rasa yang sama....... namun kondisi ia dan nima sangat berbeda,,, nima dari golongan yang tinggi dan ia sederhana..... namun kembali ia merasa kan rasa penyesalan yang begitu dalam.........

. hingga saat ini menginjak satu tahun meninggalnya nima, fradi selalu menyempatkan diri untuk nyekar ke makam gadis yang ia cintai itu..... entah berapa banyak bunga hias yang menghiasi makam gadis itu, dan semua dari fradi. Sampai sekarang ia belum bisa melupakan nima terlebih penyesalan yang akan terus ia simpan sampai ia menemui nima kembali.

Ingatlah kawan!! Cinta memang tak harus memiliki! Namun ada kala kita harus berjuang mendapatkan cinta! Tak memandang apapun, namun juga tidak menghilangkan harga diri!!! Jika kau seorang lelaki,, nyatakan perasaan itu,, dan jika kau seorang wanita jangan hanya menunggu dan diam saja!!!!

Yang baca tinggalkan jejak

Yang ga bca,, eIts bukan NGGAK tapi BELUM!!! Ea HARUS BACA!

SPECIAL TO =>
“SEMUA MANUSIA YANG PUNYA CINTA”
“SEMUA COWOK PENAKUT YANG TAKUT UNTUK NYATAKAN CINTA”
“SEMUA CEWEK YANG BIASA MENUNGGU DAN DIAM SAJA”

manfaat buah strobery


Buah yang satu ini banyak mengandung asam salisilat (salah satu jenis asam beta-hidroksi) yang membantu mengencangkan kulit, serta Vitamin B, C, E, dan K. lulur strawberry selain untuk mengecangkan kulit juga menyehatkan dan meremajakan kulit cocok digunakan oleh hampir semua jenis kulit. Wewangian yang khas menjadikan lulur ini cocok untuk terapi relaksasi
Selain antioksidan , ia juga kaya serat, rendah kalori, dan mengandung vitamin C, folat, potassium, serta asam ellagic.
Khasiat strawberry
  • Strawberry mampu menyusutkan kadar kolestrol.
  • Strawberry dapat membantu melumpuhkan kerja aktif kanker karena asam ellagic yang dikandungnya tersebut.
  • Strawberry dapat meredam gejala stroke.
  • Strawberry mengandung zat anti alergi dan anti radang.
  • Konsentrasi tujuh zat antioksidan yang ada pada strawberry lebih tinggi dibandingkan buah atau sayuran lain, sehingga strawberry merupakan buah yang efektif mencegah proses oksidasi pada tubuh (Oksidasi ialah hancurnya jaringan tubuh karena radikal bebas. Oksidasi juga bertanggung jawab pada proses penuaan).
  • Strawberry yang kaya vitamin C sangat bermanfaat bagi pertumbuhan anak.
  • Strawberry yang hanya sedikit mengandung gula juga cocok untuk diet bagi pengidap diabetes.
  • Strawberry yang dimakan teratur dapat menghaluskan kulit dan membuat warna kulit terlihat lebih cerah dan bersih. Khasiat yang terkenal lainnya adalah anti keriput!
  • Strawberry dapat memutihkan atau membersihkan permukaan gigi.
  • Strawberry ampuh melawan encok dan radang sendi.
  • Daun strawberry juga berkhasiat karena memiliki zat astringent. Tiga hingga empat cangkir air hasil rebusan daun strawberry per hari, dapat efektif menghentikan serangan diare.
  • Kebutuhan vitamin C orang dewasa perharinya dapat dicukupi oleh 8 buah strawberry (98 mg). Kebutuhan serat juga sekaligus bias terpenuhi.
Khasiat-khasiat sampingan juga masih banyak terdapat pada buah ini. Untuk kesehatan, strawberry paling bagus dimakan dalam keadaan segar, baik utuh atau dibuat juice. Khasiatny jika sudah dibuat selai atau bagian dari makanan olahan, akan sangat berkurang. Karena itu, usahakan mengkonsumsi strawberry segar.

Friday, 5 October 2012

do'a agar rumah aman dari maling

Alhamdulillah hari ini pak woco tulis amalan untuk menjaga milik kita dari gangguan orang orang jahat.. dengan mengamalkan amalan yang pak woco tulis ini ,insa'Allah akan bermanfaat jika di amalkan dengan penuh khusuk dan sabar.Pagar ghoib dengan media bambu Kuning ini cukup ampuh khususnya untuk menangkal pencuri dan orang-orang yang berniat jahat.untuk lebih jelasnya amalan tersebut silakan simak tata cara pengamalannya sebagai berikut:


Tata caranya :


Sediakan Bambu Kuning (pring kuning)sebesar jari dengan panjang kira-kira 10 cm.
Bacakan Ayat 9 dari surat yasin berikut ini sebanyak 1000 kali :”Wa ja’alnaa mim baini aidiihim saddaw, wa min kholfihim saddan, fa agh-syainaahum, fahum laa yubshiruun.” (Artinya : “Dan Kami adakan dihadapan mereka dinding dan dibelakang mereka dinding pula, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat)
Setelah selesai membaca 1000 x, kemudian membaca do'a : “Ya Allah, hamba memohon berkah dari ayat Yasiin ini, lindungilah tempat/rumah kami dari mereka orang-orang yang berniat jahat dan merugikan. Jadilah aman Sentosa karena Allah Ta’ala” amiin.
Lalu tiup bambu kuning (pring kuning ) tersebut 3 kali.
Kemudian tancapkan Batang bambu Kuning ini dirumah atau pekarangan yang akan di pasangi Pagar Ghoib. Bisa juga dipasang di bagian atas rumah (kayu atap) atau tempat tempat yang anda inginkan, tapi ingat jangan di letakkan di tempat yang kotor..


Ketika menancapkannya sambil membaca Asma’ / ayat 9 dari surat Yasiin (Wa ja’alnaa …dst) seperti diatas tadi.insa'Allah akan terlindung dari kejahatan-kejahatan yang tidak di inginkan. semoga bermanfaaat. amiin

Tiga Bekal Mengasuh Anak

APAKAH do’a-do’a kita telah cukup untuk mengantar anak-anak menuju masa depan yang menenteramkan? Apakah nasehat-nasehat yang kita berikan telah cukup untuk membawa mereka pada kehidupan yang mulia? Ataukah kita justru merasa telah cukup memberi bekal kepada anak-anak kita dengan mengirim mereka ke sekolah-sekolah terbaik dan fasilitas yang lengkap? Kita telah merasa sempurna sebagai orangtua karena bekal ilmu telah melekat kuat dalam diri kita.
Hari-hari ini, ada yang perlu kita renungkan. Betapa banyak ahli ‘ibadah yang keturunannya jauh dari munajat kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Tak ada anak yang mendo’akannya sesudah kematian datang. Begitu pula, alangkah banyak orangtua yang nasehatnya diingat dan petuahnya dinanti-nanti ribuan manusia. Tetapi sedikit sekali yang berbekas dalam diri anak. Padahal tak ada niatannya untuk melalaikan anak sehingga lupa memberi nasehat. Ia bahkan memenuhi setiap pertemuannya dengan anak dengan nasehat-nasehat disebabkan sedikitnya waktu untuk bertemu. Tetapi justru karena itulah, tak ada lagi kerinduan dalam diri anak. Sebab pertemuan tak lagi indah. Nyaris tak ada bedanya bertemu orangtua dengan mendengar kaset ceramah.
Lalu apakah yang sanggup menaklukkan hati anak sehingga kata-kata kita selalu bertuah? Apakah kedalaman ilmu kita yang bisa membuat mereka hanyut mendengar nasehat-nasehat kita? Ataukah besarnya wibawa kita yang akan membuat mereka senantiasa terarah jalan hidupnya? Atau kehebatan kita dalam ilmu komunikasi yang menyebabkan mereka selalu menerima ucapan-ucapan kita? Sebab tidaklah kita berbicara kecuali secara terukur, baik pilihan kata maupun ketepatan waktu dalam berbicara.
Ah, rasanya kita masih banyak menemukan paradoks yang susah untuk dibantah. Ada orang-orang yang tampaknya kurang sekali kemampuannya dalam memilih kata, tetapi anak-anaknya mendengarkan nasehatnya dengan segenap rasa hormat. Ada orangtua yang tampak sekali betapa kurang ilmunya dalam pengasuhan, tetapi ia mampu mengantarkan anak-anaknya menuju masa depan yang terarah dan bahagia. Tak ada yang ia miliki selain pengharapan yang besar kepada Allah ‘Azza wa Jalla seraya harap-harap cemas dikarenakan kurangnya ilmu yang ia miliki dalam mengasuh anak. Sebaliknya, ada orangtua yang begitu yakinnya bisa mendidik anak secara sempurna. Tapi tak ada yang bisa ia banggakan dari anak-anak itu di masa dewasa kecuali kenangan masa kecilnya yang lucu menggemaskan.
Agaknya…, ada yang perlu kita tengok kembali dalam diri kita, sudahkah kita memiliki bekal untuk mengasuh anak-anak itu menuju masa dewasa? Tanpa menafikan bekal lain yang kita perlukan dalam mengasuh anak, terutama yang berkait dengan ilmu, kita perlu merenungi sejenak firman Allah Ta’ala dalam surat An-Nisa’ ayat 9:
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisaa’, 4: 9).
Mujahid menjelaskan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan permintaan Sa’ad bin Abi Waqash tatkala sedang sakit keras. Pada saat Rasulullah saw. datang menjenguk, Sa’ad berkata, “Ya Rasulallah, aku tidak memiliki ahli waris kecuali seorang anak perempuan. Apakah aku boleh menginfakkan dua pertiga dari hartaku?”
Rasulullah saw. bersabda, “Tidak boleh.”
“Separo, ya Rasul?”
“Tidak,” jawab Rasul lagi.
“Jika sepertiga, ya Rasul?”
Rasul mengizinkan, “Ya, sepertiga juga sudah banyak.” Rasulullah saw. bersabda, “Lebih baik kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan daripada dalam keadaan miskin yang meminta-minta kepada orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Berpijak pada ayat ini, ada tiga pelajaran penting yang perlu kita catat. Betapa pun inginnya kita membelanjakan sebagian besar harta kita untuk kepentingan dakwah ilaLlah, ada yang harus kita perhatikan atas anak-anak kita. Betapa pun besar keinginan kita untuk menghabiskan umur di jalan dakwah, ada yang harus kita periksa terkait kesiapan anak-anak dan keluarga kita. Sangat berbeda keluarga Umar bin Khaththab dan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu anhuma dengan keluarga sebagian sahabat Nabi lainnya. Umar bin Khaththab menyedekahkan separo dari hartanya, sedangkan Abu Bakar Ash-Shiddiq tidak meninggalkan untuk keluarganya kecuali Allah dan Rasul-Nya. Abu Bakar menginfakkan seluruh hartanya. Dan Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan sekaligus menyambut baik amal shalih keduanya.
Lalu…, bagaimanakah dengan keluarga kita?
Kembali kepada pada perbincangan awal kita. Ada tiga bekal yang perlu kita miliki dalam mengasuh anak-anak kita.
1.  rasa takut terhadap masa depan mereka.
Berbekal rasa takut, kita siapkan mereka agar tidak menjadi generasi yang lemah. Kita pantau perkembangan mereka kalau-kalau ada bagian dari hidup mereka saat ini yang menjadi penyebab datangnya kesulitan di masa mendatang. Berbekal rasa takut, kita berusaha dengan sungguh-sungguh agar mereka memiliki bekal yang cukup untuk mengarungi kehidupan dengan kepala tegak dan iman kokoh.
Sesungguhnya di antara penyebab kelalaian kita menjaga mereka adalah rasa aman. Kita tidak mengkhawatiri mereka sedikit pun, sehingga mudah sekali kita mengizinkan mereka untuk asyik-masyuk dengan TV atau hiburan lainnya. Kita lupa bahwa hiburan sesungguhnya dibutuhkan oleh mereka yang telah penat bekerja keras. Kita lupa bahwa hiburan hanyalah untuk menjaga agar tidak mengalami kejenuhan. Hari ini, banyak orang berhibur bahkan ketika belum mengerjakan sesuatu yang produktif. Sama sekali!
2. taqwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Andaikata tak ada bekal pengetahuan yang kita miliki tentang bagaimana mengasuh anak-anak kita, maka sungguh cukuplah ketaqwaan itu mengendalikan diri kita. Berbekal taqwa, ucapan kita akan terkendali dan tindakan kita tidak melampaui batas. Seorang yang pemarah dan mudah meledak emosinya, akan mudah luluh kalau jika ia bertaqwa. Ia luluh bukan karena lemahnya hati, tetapi ia amat takut kepada Allah Ta’ala. Ia menundukkan dirinya terhadap perintah Allah dan rasul-Nya seraya menjaga dirinya agar tidak melanggar larangan-larangan-Nya.
Ingin sekali saya berbincang tentang perkara taqwa, tetapi saya tidak sanggup memberanikan diri karena saya melihat masih amat jauh diri saya dari derajat taqwa. Karena itu, saya mencukupkan pembicaraan tentang taqwa sampai di sini. Semoga Allah Ta’ala menolong kita dan memasukkan kita beserta seluruh keturunan kita ke dalam golongan orang-orang yang bertaqwa.
Allahumma amin.
3. berbicara dengan perkataan yang benar (qaulan sadidan).
Boleh jadi banyak kebiasaan yang masih mengenaskan dalam diri kita. Tetapi berbekal taqwa, berbicara dengan perkataan yang benar (qaulan sadidan) akan mendorong kita untuk terus berbenah. Sebaliknya, tanpa dilandasi taqwa, berbicara dengan perkataan yang benar dapat menjadikan diri kita terbiasa mendengar perkara yang buruk dan pada akhirnya membuat kita lebih permisif terhadapnya. Kita lebih terbiasa terhadap hal-hal yang kurang patut.
Karenanya, dua hal ini harus kita perjuangkan agar melekat dalam diri kita. Dua perkara ini, taqwa dan berbicara dengan perkataan yang benar (qaulan sadidan) kita upayakan agar semakin meningkat dari waktu ke waktu. Sekiranya keduanya ada dalam diri kita, maka Allah akan baguskan diri kita dan amal-amal kita.
Allah Ta’ala berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ahzab, 33: 70-71).
Nah.
Masih banyak yang ingin saya tulis, tetapi tak ada lagi ruang untuk berbincang di kesempatan ini. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla pertemukan kita dalam kesempatan yang lebih lapang.
Semoga yang sederhana bisa sekaligus menjadi penjelas tentang batas maksimal sedekah yang diperkenankan, kecuali bagi mereka yang imannya dan iman keluarganya sudah setingkat imannya Abu Bakar Ash-Shiddiq ra dan keluarganya.*
http://www.hidayatullah.com

Anjuran memuliakan tamu dan tata krama bertamu

Manusia merupakan makhluk social yang tak pernah lepas dari orang lain. Salah satu yang tak bisa dipisahkan adalah budaya bertamu. Dalam islam juga mengajarkan pentingnya menghormati tamu, bahkan menjadi suatu kewajiban. Seruan ini tertuang dalam QS : Adz Dzariat ayat 24-26 ).

Kewajiban memuliakan tamu merupakan sesuatu yang sangat dijunjung dalam ajaran islam. ada pendapat yang mengatakan bahwa dalam menghormati tamu memiliki batas waktu yang wajib, yaitu 3 hari, dan selebihnya merupakan shodaqoh.
Adapun adab yang harus diperhatikan dalam hal bertamu dan menerima tamu antara lain :
-   Mulailah dengan mengucapkan salam ketika memasuki rumah orang yang akan kita tamui. Begitupun sebaliknya jawablah salam dengan muka hangat dan segerakan persilahkan untuk masuk ketika ada tamu yang datang ke rumah.
-  Berilah senyum ketika pertama kali bertatap muka dan tunjukanlah sikap yang sopan, hangat dan janganlah bersikap terpaksa dalam menerima tamu, sebaiknya ikhlas dan lapang dada. Hal ini pun terdapat dalam hadits :
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Janganlah sekali-kali engkau meremehkan kebaikan sedikit pun, sekalipun engkau bertemu saudaramu hanya dengan wajah yang berseri-seri”(HR. Muslim no. 2626).
-   Berilah suguhan terbaik, dan lebih diutamakan jika tamu tidak mengetahuinya, Nabi Ibrahim mencontohkan saat menerima tamu, ia mengambil dan memasak kambing muda kesukaannya, lalu menyuguhkan ke tamunya.
-   Melayani tamu dengan lemah lembut dan sopan santun, dekatkanlah suguhan yang disediakan supaya tamu lebih leluasa untuk menyantapnya
 Jika menjadi tamu, dianjurkan tidak memberatkan orang yang akan dikunjung. Nabi bersabda,
“Tidak halal seorang muslim tinggal di saudaranya, sehingga saudaranya berdosa”.
Maksudnya orang yang dikunjungi tidak bisa memberikan sesuatu yang terbaik kepada tamu, karena ia tidak punya apa-apa untuk disuguhkan.
Hal lain yang dianjurkan saat dijamu makanan oleh tuan rumah, seorang tamu hendaklah mendo’a tuan rumah, dengan kalimat:
Ya Alloh berikanlah keberkahan dari rizki yang telah Engkai berikan kepadanya, ampunilah dan sayangilah mereka

“Sibuk“ bukan penghalang untuk bakti kepada orang tua

Terpisah jauh dari orang tua merupakan hal yang sebenarnya sangat tidak diharapkan. Jarak kadang membuat kita lupa untuk bisa mencurahkan kasih sayang kita kepada mereka, bahkan hanya sekedar telepon. Ada yang dari kita hanya semingu sekali menelpon mereka. Padahal hanya sekedar ngobrol bisa membuat mereka tenang dan bahagia.
Entah alasan apa yang membuat kita merasa enggan untuk meluangkan sedikit waktu buat orang tua kita. Alasnnya sibuk? Padahal begitu besar pengorbanan orang tua terhadap anak-anaknya, hingga rela mengorbankan jiwa dan raganya.
Disisi lain, tidak bisa dipungkiri bahwa keseharian kita disibukan dengan rutinitas yang cukup melelahkan, namun bukan berarti kita lekas melupakan keberadaan orang tua. Bahkan tanpa kita sadari keberadaan mereka adalah doa atas apa yang telah kita peroleh hingga saat ini.
Tidak kita lihatkah perjalanan mereka orang-orang yang telah sukses dalam karir. Mereka  tidak pernah lepas dari sosok  seorang ibu, kesuksesan yang mereka peroleh tidak lain merupakan bakti yang tak pernah putus terhadap orang tua.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk tetap memenuhi kebutuhan kasih sayang kepada orangtua disela kesibukan kita. Ini di antaranya:
Sisihkan waktu.
Kita harus paham orang tua tidak akan merengek saat minta diperhatikan. Sesibuk apa pun kita wajib menyisihkan waktu untuk mereka atau mengajak berwisata di akhir pekan untuk menghibur orangtua.
Mengajak berbincang.
Umumnya orangtua senang apabila memiliki teman bicara. Sekadar berbincang santai akan membuat orangtua merasa dihargai keberadaannya.
Perhatian ekstra.
Pada dasarnya setiap orang senang diberi perhatian. Menjadwalkan menelepon orangtua saat istirahat siang dapat menyenangkan hati mereka. Apalagi jika dalam jarak yang cukup jauh, hal ini merupakan kebahagiaan tersendiri buat mereka.
Sudahkah kau menelpon mereka hari ini ??? teleponlah sekarang dan bilang padanya “I LOVE YOU ……”(dy)

73 Manfaat Berdzikir Bagi Kehidupan



Dzikir atau mengucapkan kata-kata pujian yang mengingat kebesaran Allah SWT, adalah amalan istimewa Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Dzikir merupakan media yang membuat kehidupan Nabi dan para sahabat benar-benar hidup.
Ibnu al-Qoyyim Rahimahullah mengatakan bahwa dzikir memiliki tujuh puluh tiga manfaat yaitu:
  1. Mengusir setan dan menjadikannya kecewa.
  2. Membuat Allah ridah.
  3. Menghilangkan rasa sedih,dan gelisah dari hati manusia.
  4. Membahagiakan dan melapangkan hati.
  5. Menguatkan hati dan badan.
  6. Menyinari wajah dan hati.
  7. Membuka lahan rezeki.
  8. Menghiasi orang yang berdzikir dengan pakaian kewibawaan, disenangi dan dicintai manusia.
  9. Melahirkan kecintaan.
  10. Mengangkat manusia ke maqam ihsan.
  11. Melahirkan inabah, ingin kembali kepada Allah.
  12. Orang yang berdzikir dekat dengan Allah.
  13. Pembuka semua pintu ilmu.
  14. Membantu seseorang merasakan kebesaran Allah.
  15. Menjadikan seorang hamba disebut disisi Allah.
  16. Menghidupkan hati.
  17. Menjadi makanan hati dan ruh.
  18. Membersihkan hati dari kotoran.
  19. Membersihkan dosa.
  20. Membuat jiwa dekat dengan Allah.
  21. Menolong hamba saat kesepian.
  22. Suara orang yang berdzikir dikenal di langit tertinggi.
  23. Penyelamat dari azab Allah.
  24. Menghadirkan ketenangan.
  25. Menjaga lidah dari perkataan yang dilarang.
  26. Majlis dzikir adalah majlis malaikat.
  27. Mendapatkan berkah Allah dimana saja.
  28. Tidak akan merugi dan menyesal di hari kiamat.
  29. Berada dibawah naungan Allah dihari kiamat.
  30. Mendapat pemberian yang paling berharga.
  31. Dzikir adalah ibadah yang paling afdhal.
  32. Dzikir adalah bunga dan pohon surga.
  33. Mendapat kebaikan dan anugerah yang tak terhingga.
  34. Tidak akan lalai terhadap diri dan Allah pun tidak melalaikannya.
  35. Dalam dzikir tersimpan kenikmatan surga dunia.
  36. Mendahului seorang hamba dalam segala situasi dan kondisi.
  37. Dzikir adalah cahaya di dunia dan ahirat.
  38. Dzikir sebagai pintu menuju Allah.
  39. Dzikir merupakan sumber kekuatan qalbu dan kemuliaan jiwa.
  40. Dzikir merupakan penyatu hati orang beriman dan pemecah hati musuh Allah.
  41. Mendekatkan kepada ahirat dan menjauhkan dari dunia.
  42. Menjadikan hati selalu terjaga.
  43. Dzikir adalah pohon ma’rifat dan pola hidup orang shalih.
  44. Pahala berdzikir sama dengan berinfak dan berjihad dijalan Allah.
  45. Dzikir adalah pangkal kesyukuran.
  46. Mendekatkan jiwa seorang hamba kepada Allah.
  47. Melembutkan hati.
  48. Menjadi obat hati.
  49. Dzikir sebagai modal dasar untuk mencintai Allah.
  50. Mendatangkan nikmat dan menolak bala.
  51. Allah dan Malaikatnya mengucapkan shalawat kepada pedzikir.
  52. Majlis dzikir adalah taman surga.
  53. Allah membanggakan para pedzikir kepada para malaikat.
  54. Orang yang berdzikir masuk surga dalam keadaan tersenyum.
  55. Dzikir adalah tujuan prioritas dari kewajiban beribadah.
  56. Semua kebaikan ada dalam dzikir.
  57. Melanggengkan dzikir dapat mengganti ibadah tathawwu’.
  58. Dzikir menolong untuk berbuat amal ketaatan.
  59. Menghilangkan rasa berat dan mempermudah yang susah.
  60. Menghilangkan rasa takut dan menimbulkan ketenangan jiwa.
  61. Memberikan kekuatan jasad.
  62. Menolak kefakiran.
  63. Pedzikir merupakan orang yang pertama bertemu dengan Allah.
  64. Pedzikir tidak akan dibangkitkan bersama para pendusta.
  65. Dengan dzikir rumah-rumah surga dibangun, dan kebun-kebun surga ditanami tumbuhan dzikir.
  66. Penghalang antara hamba dan jahannam.
  67. Malaikat memintakan ampun bagi orang yang berdzikir.
  68. Pegunungan dan hamparan bumi bergembira dengan adanya orang yang berdzikir.
  69. Membersihkan sifat munafik.
  70. Memberikan kenikmatan tak tertandingi.
  71. Wajah pedzikir paling cerah didunia dan bersinar di ahirat.
  72. Dzikir menambah saksi bagi seorang hamba di ahirat.
  73. Memalingkan seseorang dari membincangkan kebathilan.
Sungguh luar biasa …. tetapi orang tidak akan yakin dengan manfaat-manfaat diatas kecuali yang telah merasakan dan menikmatinya….. Mari kita coba memulainya….